fbpx
Menu

Demam Pada Anak

Bolehkah Anak Kerokan saat Demam?

Anak Demam –Demam pada anak dapat membuat si Kecil jadi lemas tidak bergairah. Orang tua pun setelah itu mencari bermacam- macam metode buat menanggulangi Anak Demam. Nah, ada yang bilang jika kerokan dengan bawang merah bisa menolong meredakan demam anak. Benarkah demikian? Kemudian, apakah mengerok anak dikala demam diperbolehkan secara medis?

Kerokan menjadi salah satu metode penyembuhan tradisional di Indonesia yang sudah lama diketahui. Biasanya kerokan dilakukan untuk melenyapkan“ masuk angin”, dikala badan terasa tidak nyaman, serta terdapat nyeri otot.

 

Sesungguhnya, pemikiran kedokteran terkait kerokan masih kontroversial. Bersumber pada ilmu medis, kemerahan yang terjadi pada kerokan dikarenakan akibat melebar ataupun pecahnya pembuluh darah kecil( kapiler) di kulit karena digores oleh kepingan uang logam. Oleh karena itu, dalam dunia medis tidak didapatkan hubungan antara kerokan serta proses hilangnya penyakit dari badan( demam). Kemudian, dari mana perasaan sembuh pada saat demam maupun masuk angin yang biasanya dialami orang yang melakukan kerokan? Riset menemukan kalau kerokan bisa menciptakan hormon senang, yakni hormon endorfin. Kemungkinan dari sinilah efek merasa tubuh lebih baik tersebut berasal.

 

Kerokan kurang disarankan sebagai penanganan anak demam. Lebih baik orang tua berfokus pada penanganan yang lebih pasti efektif, yaitu mencari penyebab demam dan menanganinya.

 

Penyebab Demam

Demam ialah keadaan badan yang mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Temperatur badan yang normal ialah 36, 5 sampai 37, 5 derajat Celsius.

Temperatur badan seorang bermacam- macam dalam 1 hari, dipengaruhi oleh umur serta tingkatan aktivitas. Tidak hanya itu, temperatur badan cenderung lebih rendah pada pagi hari serta lebih hangat pada sore hari.

Anak demam terjadi pada saat pusat pengaturan suhu tubuh, hipotalamus, meningkatkan temperatur badan di atas normal. Organ yang terletak di otak ini berperan untuk menetapkan suhu yang pas untuk tubuh.

Sewaktu- waktu, contohnya saat badan sedang melawan kuman batuk ataupun pilek, hipotalamus akan menaikkan suhu badan sehingga kita merasa demam. Perihal ini diyakini terjadi sebab meningkatkan temperatur badan merupakah salah satu metode untuk melawan bakteri pemicu peradangan. Tidak hanya itu, suhu badan yang lebih besar ialah area yang kurang menyenangkan untuk kuman penyakit.

Tidak hanya menimbulkan anak demam, proses yang berlangsung merupakan pengiriman“ tentara” sel imunitas ke tempat peradangan. Dengan begitu, kuman hendak dilawan serta dicegah untuk menyebar, dan proses mengarah kesembuhan akan diawali. Hingga, biasanya demam dapat dikatakan sebagai respons alami badan dalam melawan infeksi.

Selain akibat infeksi, berikut adalah penyebab demam pada anak:

  • Dehidrasi. Ketika badan anak mengalami kekurangan cairan, suhu tubuh akan terasa meninggi. Oleh karena itu, ketika suhu anak naik, hal pertama yang sebaiknya diperiksa adalah kecukupan cairannya. Ini terutama terjadi pada anak yang mengalami muntah atau diare.
  • Vaksinasi. Setelah vaksinasi, ada kalanya suhu tubuh meningkat. Suhu tubuh yang semakin panas menandakan respons aktif tubuh anak terhadap substansi vaksinasi yang diberikan.
  • Pemakaian pakaian yang berlebihan. Hal ini khususnya pada bayi di bawah usia 3 bulan. Pengaturan suhu tubuh bayi belum sempurna seperti orang dewasa. Oleh sebab itu, pemberian pakaian yang terlalu tebal dapat menyebabkan suhu badan sedikit meningkat, meskipun biasanya tidak sampai di atas 38 derajat Celsius

 

Anak dikerok Pada Saat Demam?

Kerokan menjadi salah satu metode penyembuhan tradisional di Indonesia yang sudah lama diketahui. Biasanya kerokan dilakukan untuk melenyapkan“ masuk angin”, dikala badan terasa tidak nyaman, serta terdapat nyeri otot.

 

Sesungguhnya, pemikiran kedokteran terkait kerokan masih kontroversial. Bersumber pada ilmu medis, kemerahan yang terjadi pada kerokan dikarenakan akibat melebar ataupun pecahnya pembuluh darah kecil( kapiler) di kulit karena digores oleh kepingan uang logam. Oleh karena itu, dalam dunia medis tidak didapatkan hubungan antara kerokan serta proses hilangnya penyakit dari badan. Kemudian, dari mana perasaan sembuh yang biasanya dialami orang yang melakukan kerokan? Riset menemukan kalau kerokan bisa menciptakan hormon senang, yakni hormon endorfin. Kemungkinan dari sinilah efek merasa tubuh lebih baik tersebut berasal.

 

Kerokan kurang disarankan sebagai penanganan anak yang sedang demam. Lebih baik orang tua berfokus pada penanganan yang lebih pasti efektif, yaitu mencari penyebab demam dan menanganinya.

 

Walaupun kerokan tidak begitu disarankan, namun mengompres anak demam masih menjadi pilihan yang tepat dalam menyembuhkan demam pada si kecil. Anda bisa memilih IceBag Onemed sebagai alat yang menormalkan suhu tubuh anak. Ataupun Anda juga patut memiliki Termometer digital yang cepat dan akurat dalam pengukurannya suhu tubuh pada saat anak demam.

Artikel tentang Demam Anak ini dilansir dari klikdokter.com  dengan suntingan yang seperlunya.

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
Telegram
About the Author : Admin Shop
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

eleven − 3 =