Menu

Stres ibu hamil

Ibu Hamil Mengalami Stres, Pahami Penyebab dan Efeknya pada Janin

Kehamilan pastinya bukan perkara yang mudah. Itu menjadi penyebab ibu hamil mudah mengalami stres. Stres ketika hamil adalah normal dan wajar karena rasa cemas ibu terhadap banyak hal. Akan tetapi, ibu harus bisa mengontrol stres supaya tak memberi efek buruk bagi diri sendiri dan janin.

Penyebab stres pada ibu hamil

Dikutip dari Pregnancy, Birth, & Baby, sebagian mereka mengalami stres saat mengetahui dirinya sedang hamil.

Stres ini dapat terjadi disebabkan beberapa perkara, seperti:

  • mengalami kehamilan tak direncanakan,
  • pernah mengalami keguguran,
  • pernah melahirkan, namun bayi dalam keadaan tidak bernyawa (still birth),
  • Memperoleh kekerasan dalam keluarga,
  • trauma,
  • mempunyai masalah dengan minuman beralkohol dan narkoba,
  • masalah finansial,
  • masalah hubungan dengan pasangan,
  • hamil ketika usia remaja.

Untuk beberapa wanita, kehamilan dapat memunculkan serangkaian tantangan, seperti masalah keuangan atau perubahan pekerjaan.

Timbulnya tekanan emosional, seperti kesedihan kehilangan anggota keluarga, kecemasan masa lalu, dan penyakit mental pun dapat membuat stres pada ibu hamil lebih bertahan lama.

 

Dampak stres pada ibu hamil

Dipetik dari March of Dimes, para ahli masih belum dapat mengerti efek samping stres pada kehamilan. Akan tetapi, hormon stres memiliki peran dalam memancing bermacam komplikasi kehamilan. Stres yang serius dan berlangsung lama dapat berpengaruh ke daya tahan tubuh yang melindungi tubuh dari infeksi.

Saat sistem kekebalan tubuh terganggu, risiko terjadinya infeksi rahim dan kelahiran prematur dapat semakin membesar. Lain daripada itu, terdapat efek atau bahaya lain pada ibu hamil ketika mengalami stres (stress).

1. Tubuh merasa tak nyaman

Untuk ibu hamil, biasanya jika merasa tubuh tidak nyaman, terutama ketika perut semakin besar di trimester ketiga. Namun, pada ibu hamil yang sedang mengalami stres berat, tubuh akan lebih terasa melelahkan dari biasanya. Ibu akan gelisah lalu kesulitan tidur, nyeri pada sebagian bagian tubuh, dan morning sickness yang sangat parah yang disebebakan stres. Untuk membuat badan sedikit nyaman Ibu hamil bisa mencari sabuk kehamilan yang dapat membantu menopang perut.

2. Masalah dalam pola makan

Stres dapat berpengatuh terhadap pola makan ibu, contohnya makan terlalu banyak atau bahkan porsinya menjadi sedikit. Tentu keadaan ini dapat berefek pada kesehatan ibu dan janin. Ibu akan mengalami kekurangan atau kelebihan berat badan ketika hamil. Ketika ibu kelebihan berat badan akan berisiko mengalami salah satu komplikasi kehamilan, yaitu diabetes gestasional dan persalinan prematur.

3. Memancing tekanan darah tinggi

Ketika stres, tubuh menciptakan kortisol. Adanya hal tersebut dapat berbahaya bila ibu terus mengalami stres. Stres dapat memicu tekanan darah tinggi selama masa kehamilan. Tekanan darah tinggi saat hamil mempunyai risiko yang mengakibatkan masalah serius pada kehamilan. Sebagian masalah kehamilan yang terjadi karena tekanan darah tinggi adalah:

Oleh sebab itu, banyak dokter yang menganjurkan ibu hamil tak boleh stres (stress) karena bisa berefek pada kondisi janin. Bila merasa khawatir dan stres ringan, ada baiknya ibu mengelola stres tidak tidak memperburuk kondisi tubuh.

 

Dampak stres pada ibu hamil yang berkaitan kondisi janin

Stres memang keadaan hal sangat wajar, namun kalau berlangsung lama mempunyai resiko membahayakan kesehatan janin.

Berikut beberapa dampak stres pada ibu hamil yang bisa memengaruhi kondisi janin.

1. Kelahiran prematur

Saat merasa tertekan, secara otomatis tubuh akan mengeluarkan hormon stres, yaitu kortisol. Hormon kortisol juga akan bertambah ketika ibu hamil mengalami stres. Perubahan fungsi tubuh ibu akan berpengaruh pada kesehatan dan tumbuh kembang janin. Begitu pun saat kortisol dalam tubuh ibu meningkat. Ini yang mengakibatkan potensi kelahiran prematur pada ibu hamil yang stres.

2. Infeksi pada janin

Pikiran yang stres akan merangsang timbulnya hormon kortisol. Bila hormon ini bertambah dan tubuh tidak dapat mengontrolnya, sistem imun ibu bisa terpengaruh. Riset yang dilakukan oleh Clinic in Perinatology menjelaskan bahwa ibu yang mengalami stres dan kadar kortisolnya tak normal akan gampang terkena bacterial vaginosis yang bisa menginfeksi janin. Kortisol juga berperan untuk mengantur sistem kekebalan tubuh. Ketika kortisol yang ada dalam tubuh terlalu banyak atau sedikit, tubuh mudah sekali terkena penyakit infeksi. Ibu hamil jadi gampang terkena berbagai penyakit infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya terganggu dan mengganggu kesehatan janin.

 

Cara mengendalikan stres pada ibu hamil

Wajar bagi ibu hamil untuk mengalami stres, akan tetapi rasa ini perlu ibu kontrol dengan baik. Hindari merasa bersalah karena telah mengalami stres, justru perasaan itu akan membuat kondisi semakin parah. Setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengatasi stres sehingga penting untuk ibu mengenali diri sendiri.

Berikut beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengendalikan stres selama hamil.

1. Fokus ke diri

Rasa stres terjadi saat ibu merasa khawatir dengan kondisi yang sudah atau belum terjadi. Mengutip dari Tommy’s, sebaiknya ibu fokus menikmati hal-hal menyenangkan yang ada di sekitar.

Ibu dapat fokus terhadap makanan enak atau fokus pada tendangan si kecil yang terasa Ketika sedang mengusap perut. Fokus kepada sesuatu yang menyenangkan umumnya bisa membantu ibu menjalin hubungan dengan si kecil yang belum lahir. Perasaan ini dapat membuat ibu mengontrol rasa stres ketika hamil lebih baik lagi.

2. Ikut prenatal yoga

Melakukan senam hamil, seperti prenatal yoga, dapat berefek ibu fokus pada kondisi mental dan fisik. Prenatal yoga termasuk olahraga yang bagus bagi ibu agar tetap aktif dan bisa meminimalisir rasa nyeri lewat peregangan. Pada akhir sesi kelas yoga, umumnya ada sesi meditasi yang bermanfaat untuk meredakan rasa stres.

3. Menenangkan diri

Setiap ibu memiliki cara sendiri untuk menenangkan diri dari jenuhnya pikiran. Pilihlah cara yang membuat ibu nyaman, contohnya mendengarkan musik, berjalan santai, duduk di taman, atau bicara dengan teman. Terkadang, ngobrol dengan ibu hamil lain bisa membantu mengurangi stres. Ketika bercerita, akan terjadi pertukaran pikiran dengan ibu hamil lain sehingga tidak terlalu cemas dengan masalah sendiri.

4. Dukungan dari keluarga

Faktor yang membuat ibu hamil bisa mengatur stres adalah dukungan dari keluarga, teman, dan orang sekeliling. Dukungan ini sangat dibutuhkan ibu untuk membuatnya bahagia dan memastikan kesehatan mentalnya terjaga dengan baik. Jangan sampai terjadi pertengkaran sekecil apa pun dengan orang sekeliling agar tak menambah beban pikiran. Jika merasa tak nyaman, terima perasaan tidak nyaman itu. Tidak usah memaksakan diri untuk selalu bahagia. Sesudah menerima perasaan tidak menyenangkan, lakukan sesuatu yang membikin ibu bahagia lagi.

5. Konsultasi dengan ahli

Stres yang terus menerus dapat memancing depresi sehingga ibu perlu konsultasi dengan ahli. Ibu butuh mengunjungi dan konsultasi dengan psikolog jika stres telah memunculkan rasa takut parah hingga mengganggu aktivitas. Ketika konsultasi dengan psikolog, ceritakan semua yang ibu rasakan. Setelah itu psikolog akan memberikan perawatan dan saran supaya kondisi ibu lebih baik.

 

About the Author : Admin Shop
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

4 × one =