Menu

Uap Air Bayi Pilek

Menangani Dahak Si Kecil dengan Terapi Uap

Keadaan Si Kecil yang baru lahir memang membuat dirinya  mudah terkena bermacam penyakit. Apalagi bila cuaca di luar sedang tak menentu. Akibatnya, tidak hanya orang dewasa yang keadaan tubuhnhya menurun, namun, juga anak-anak.  Salah satu penyakit yang kerap kali menyerang adalah flu yang dibarengi batuk dan pilek.

Baca jugaTernyata Pilek dan Flu itu berbeda. Jangan Sampai tertukar!

Walaupun ini penyakit yang sering dijumpai, tetapi dalam penanganannya pasti Moms sering dibuat cemas. Apalagi bila pilek atau batuk terjadi pada buah hati  yang masih bayi. Pernahkah Moms bertanya-tanya bagaimana cara mengeluarkan lendir atau riak dari dalam tubuhnya dengan efektif dan tepat agar tidak lagi mengganggu pernapasan anak?

Dahak  Lenyap  Karena Uap

Saat ini makin banyak orang tua yang memilih terapi uap untuk mengeluarkan dahak ketika anak mengalami batuk pilek. Metode ini juga terbukti lebih cepat menyelesaikan persoalan hidung yang tersumbat pada dewasa ataupun anak. Terapi uap ini bisa dilakukan di rumah dengan alat nebulizer atau juga dengan cara alami melalui campuran uap air panas dengan minyak kayu putih. Semua metode tersebut  berguna mengencerkan dahak sekaligus membuka saluran hidung si Kecil yang tersumbat. Termasuk melegakan pernapasannya.

Namun, untuk metode alami yaitu diuap menggunakan uap air panas dengan campuran minyak kayu putih harus berhati-hati dan tidak boleh sembarangan. Sebab si kecil maupun Moms rawan terkena air panas serta takaran minnyak kayu putih haruslah tepat,

Lain halnya bila Moms menggunakan alat nebulizer. Resiko terkena air panas adalah kecil. Selain itu penggunaannya juga praktis dan tidak mengganggu aktivitas Moms. Memang jika kita memakai Nebulizer sebagai salah satu cara menguap bayi saat batuk dan pilek di rumah haruslah berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Namun, pastinya tidak mengapa karena segala macam bentuk penyakit penanganan utamanya haruslah konsultasi ke dokter terlebih dahulu agar tidak salah dalam melakukan tindakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan nebulizer, yaitu:

1. Lakukan atas petunjuk dan saran dokter.
2. Pastikan alat nebulizer steril.
3. Pastikan obat dan dosis yang diberikan sudah tepat.
4. Jika dalam 3 hari tidak ada perubahan,konsultasikanlah kepada dokter.

Bagaimana mengetahui anak  memerlukan pertolongan dokter?

1. Ketika bernapas, lebih dari 60 kali permenit (ini sudah termasuk cepat) atau lebih dari 45 kali bila sudah di atas 1 tahun.
2. Hidung anak kembang kempis dalam bernapas.
3. Terdapat cekungan antara perut dan dada membentuk segitiga cekung, artinya anak sudah bernapas berat dan menggunakan otot bantuan untuk bernapas.
4. Terdengar suara dalam tarikan napasnya.
5. Napas berhenti dalam hitungan, atau istilahnya memiliki jeda lebih dari 20 detik.

Intip juga koleksi nebulizer B1 Medika: Klik di sini

 

About the Author : Admin Shop
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

2 × 2 =