fbpx
Menu

Mengeluarkan Dahak Si Kecil dalam Waktu Singkat dengan Terapi Uap

Nebulizer Beurer IH 40

Mengeluarkan Dahak Si Kecil dalam Waktu Singkat dengan Terapi Uap

Kadang kala kita mendengar si kecil tertidur dengan suara grok-grok. Hal tersebut seringkali membuat kita panik. Tapi Sobat B1 Medika jangan terlalu khawatir. Jika hal tersebut tidak menggangu dan membuat si kecil rewel tidak apa-apa. Karena suara grok-grok tersebut sebenarnya lumrah saja terjadi.

Suara Grok-Grok Dihasilkan oleh Lendir yang Berfungsi Melindungi

Di dalam saluran pernapasan manusia bahkan bayi pun dalam keadaan normal menghasilkan cairan lendir (dahak) yang memiliki fungsi. Salah satu fungsi utama adalah untuk pertahanan saluran napas, yaitu untuk memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang kita hirup. Zat asing tersebut bias berpotensi menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Lendir (dahak) ini kemudian akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme seperti ban berjalan yang disebut mukosilier (mucociliary clearance). Mekanisme ini dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan (cleaning service) di saluran pernapasan kita.

Walaupun dahak atau lendir tersebut mempunyai fungsi yang baik dan mengandung sel darah putih yang berfungsi untuk membantu melawan kuman, namun bila batuk berdahak pada bayi dibiarkan terus-menerus, maka dahak akan terkumpul di tenggorokan bayi sehingga mengganggu pernapasannya sehingga bayi merasa tidak nyaman dan rewel.

Penyakit dapat Disebabkan oleh Dahak dan Lendir yang Menumpuk

Para orang tua juga tidak boleh meremehkan jika merasakan dan mendengar suara grok-grok pada bayi. Beberapa contoh penyakit infeksi yang dapat menyerang saluran pernapasan bayi adalah batuk rejan, batuk croup, bronkiolitis, dan pneumonia.  Selain infeksi, batuk berdahak pada bayi bisa juga disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti asma, alergi, iritasi saluran napas, naiknya asam lambung, paparan polusi seperti asap rokok, atau akibat menelan benda tertentu.

Maka para orang tua perlu mengetahui cara meredakan dan mengeluarkan batuk berdahak pada bayi.  Salah satu caranya adalah dengan melakukan terapi uap. Terapi uap atau biasa disebut dengan inhalasi (nebulizer) ini sangat cocok diterapkan pada bayi yang masih belum bisa secara optimal mengeluarkan dahaknya sendiri.

Nebulizer, Terapi Uap yang Cocok untuk Si Kecil

Nebulizer adalah suatu alat yang mampu mengubah zat dalam bentuk cair ke uap. Untuk bisa membersihkan dan mengeluarkannya dahak harus kita buat lebih encer, disinilah fungsi pemberian nebulizer. Nebulizer umumnya berupa cairan yang diberi obat bronkodilator dan ekspektoran. Bronkodilator berfungsi untuk melebarkan otot-otot saluran pernapasan, sedangkan ekspektoran sebagai pengencer dahak. Cairan ini akan diubah menjadi uap oleh nebulizer yang diberikan dengan cara menghirup uapnya.

Namun, Pada umunya para orang tua menganggap terapi inhalasi ini hanya bisa diterapkan di rumah sakit, akan tetapi sebenarnya Sobat B1 Medika bisa melakukannya di rumah. Pilihlah alat nebulizer terbaik, yaitu Nebulizer Beurer IH 40 yang memiliki keunggulan seperti tidak berisik dan waktu penghirupan singkat sehingga si kecil tidak merasa terganggu dan rewel saat menggunakan alat ini.

Lewat pemberian obat melalui nebulizer, dahak akan lebih encer dan saluran napas lebih meluas sehingga dahak lebih mudah keluar saat batuk dibantu dengan menepuk ringan pada bagian dada dan punggung. Manfaat pemberian nebulizer biasanya langsung terasa.

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
Telegram
About the Author : Admin Medika
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.