Menu

VIRUS CORONA

Pekembangan COVID-19 dan Perihal “GERMAS” Kemenkes

Pada Senin (09/03) Arab Saudi menutup semua sekolah dan kampus untuk mengendalikan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Selain Arab, Italia juga (10/03) mulai membelakukan lockdown (mengisolasi) beberapa wilayah di negaranya dan menyarankan agar masyrakatnya tidak melakukan pertemuan di luar rumah dan berpergian keluar negeri selain melakukan perjalanan dinas dan ataupun menjadi petugas kesehatan. Lalu apa yang dialkukan pemerintah Indonesia setelah ditemukan beberapa warga yang terinfeksi COVID-19 belakangan ini?

 

Batasi Aktivitas warga Jadi Upaya Arab dan Italia dalam Menangani Wabah COVID -19

Kementerian Pendidikan Arab Saudi berujar penutupan ini adalah cara yang disarankan oleh otoritas kesehatan dan dibuat untuk melindungi pelajar dan staf pendidikan.

Menurut laporan Arab News, 9 Maret 2020, ketetapan tersebut mencakup semua lembaga pendidikan, termasuk sekolah negeri dan swasta, serta lembaga pelatihan teknis dan kejuruan. Namun, sekolah atau pendidikan jarak jauh dan virtual untuk sementara ini lebih diutamakan dan diaktifkan agar memastikan proses Pendidikan tetap berjalan efektif dan berkualitas.

Sejauh ini Arab Saudi, yang telah mencatat 11 infeksi, telah menangguhkan semua ibadah umrah dan membersihkan situs-situs suci termasuk Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Pemerintah Arab Saudi pada hari Minggu membatasi penyeberangan darat dengan UEA, Kuwait, dan Bahrain untuk truk komersial dan mengatakan kedatangan penumpang akan terbatas pada tiga bandara Arab Saudi sebagai langkah pencegahan virus corona.

Sama halnya dengan Arab, Pemerintah Italia juga memberlakukan pembatasan (mengisolasi) kegiatan warganya dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona ini. Pasalnya  otoritas Italia melaporkan 97 kematian baru akibat corona. Sejauh ini, sedikitnya 463 orang meninggal akibat virus corona di wilayah Italia.

Jumlah total kasus COVID-19 di negara ini dilaporkan bertambah menjadi 9.172 kasus. Dengan demikian, Italia menjadi negara kedua di dunia dengan jumlah kasus dan jumlah kematian terbanyak akibat virus corona setelah China daratan.

 

Lakukan GERMAS Agar Tak Cemas dengan Berbagai Virus & Bakteri

Lain halnya dengan Arab Saudi dan Italia yang membatasi kedatangan warga asing yang berkunjung ke negaranya, Pemerintah Indonesia tidak hanya membatasi beberapa negara, namun  mengisyratkan agar masyarakat Indonesia menjalankan “GERMAS” (GERakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk pencegahan virus corona (COVID-19) ini menyebar lebih jauh. Pasalnya, sudah ada sebanyak 6 orang terinfeksi dan 23 orang suspect.  Lalu apa itu “GERMAS”?

“GERMAS” adalah akronim dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu sebuah kampanye yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Gerakan ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016. Pokok inti dari kampanye ini ada 7 langkah, yaitu:

  • Melakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas kehidupan modern kerap membuat orang jarang beraktivitas fisik; baik itu kegiatan fisik karena bekerja maupun berolah raga. Kemudahan – kemudahan dalam kehidupan sehari – hari yang disebabkan bantuan teknologi serta minimnya waktu karena kesibukan telah membuat banyak orang menjalani gaya hidup kurang sehat.

 

  • Makan Buah dan Sayur

Keinginan untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan berkurangnya waktu untuk makan buah dan sayur yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya.

 

  • Tidak Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang memberi banyak dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok merupakan salah satu bagian penting dari gerakan hidup sehat karena akan berdampak tidak hanya pada diri perokok; tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya.

  • Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol mempunyai efek buruk yang sama dengan merokok; baik itu efek buruk untuk kesehatan hingga efek sosial pada orang – orang di sekitarnya.

  • Melakukan Cek Kesehatan Berkala

Salah satu bagian dari arti germas sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Diantaranya adalah dengan melakukan cek kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. Cek kesehatan ini bisa dilakukan secara mendiri di rumah. Langkah ini memiliki manfaat untuk dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini.

 

Ada beragam informasi media cek kesehatan yang memberikan tips cek kesehatan secara berkala, apa saja sebenarnya jenis cek kesehatan berkala yang dapat anda lakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan anda? Berikut adalah beberapa contoh pengecekan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

 

  1. Cek Kesehatan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Secara Rutin
    Pemeriksaan Berat Badan berguna supaya anda bisa mendapatkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang nantinya bisa menentukan apakah berat badan serta tinggi badan Anda telah berada dalam kondisi ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM). Cara dan rumus pengukuran nilai IMT ini bisa di lihat di sini
  2. Cek Tekanan Darah
    Pengecekan Tekanan Darah bisa membantu anda menemukan adanya risiko stroke, hipertensi hingga jantung. Sediakan tensimeter digital di Rumah. (Cek Tensimeter digital terbaik di sini)
  3. Cek Kadar Gula Darah Berkala dan Kolestrol Tetap
    Anda dapat mengetahui kadar glukosa dalam darah dengan jenis pengecekan kesehatan berkala ini, hasilnya anda dapat mengetahui potensi diabetes apakah ada atau tidak. Selain cek kadar gula Anda juga perlu melakukan pengecekan Kolestrol. Cek kolestrol ini dapat mendeteksi adanya resiko jantung Koroner atau tidak. Kedua tes ini bisa dilakukan dengan 3 in 1 GCU Easy Touch .
  4. Cek Sadari (Periksa Payudara Sendiri)
    Lalu berikutnya dalam ragam cek kesehatan berkala yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri.

 

  • Menjaga Kebersihan Lingkungan

Salah satu tujuan dari germas adalah berkaitan dengan meningkatkan kualitas lingkungan; yaitu dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah dan memperhatikan kebersihan diri sendiri. Kebersihan diri sendiri ini dapat dilakukan dengan rajin mandi 3 kali sehari, selalu cuci tangan dengan baik dan benar menggunakan air mengalir dan sabun serta selalu ingat untuk selalu membersihkan gawai (handphone maupun tab) dengan alcohol swabs. (Lihat cara mencuci tangan yang baik dan benar di sini)

Karena persebaran virus Corona (Covid-19) melalui droplet (tetesan saat orang batuk/ bersin), maka untuk poin rajin Cuci tangan dengan sabun dengan baik dan benar ini adalah langkah terpenting dalam pencegahan virus ini.

  • Menggunakan Kakus

Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat hidup sehat; salah satunya dengan menggunakan kakus sebagai alat pembuangan kotoran. Aktivitas buang kotoran manusia yang tidak menggunakan kakus bisa menambah resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.

 

Dengan langkah-langkah yang sudah dianjurkan oleh Kemenkes tersebut diharapkan tidak hanya penyakit seperti Virus Corona (COVID-19) saja yang bisa ditangani dan tidak berdampak pada kesehatan masyarakat Indonesia, melainkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia bisa hidup lebih baik lagi.

 

About the Author : Admin Shop
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

5 × four =