Menu

Pentingkah Mencukur Rambut Bayi?

 

Di Indonesia menggunduli rambut bayi yang baru berusia beberapa bulan merupakan sebuah tradisi dan kepercayaan. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Menggunduli rambut bayi bahkan menjadi salah satu peristiwa penting bagi orangtua dan keluarga besar si bayi. banyak orang juga percaya bahwa mencukur rambut bayi sampai pelontos bisa memperkuat akar rambut. Ketika tumbuh lagi, rambut bayi pun akan jadi lebih kuat dan lebat.

Meskipun begitu tak jarang masih ada beberapa orang tua muda baru yang meragukan tradisi ini dan enggan mencukur rambut bayinya. Mereka kerap mempertanyakan manfaat dari memotong rambut si kecil. Apalagi ketika rambut si bayi sudah terlihat lebat dan juga hitam sehingga membuat para orang tua ini berat hati jika mencukurnya.

Namun sebenarnya rambut bayi yang baru lahir, meskipun lebat akan mengalami kerontokan secara alami. Yaitu sejak minggu-minggu pertama kelahirannya hingga 12 minggu kemudian.Lalu sebenarnya apa manfaat rambut bayi dicukur?

1)  Dapat membersihkan lemak yang menempel pada rambut bayi

Bayi yang lahir melalui proses kelahiran normal akan melewati jalan lahir yang kemungkinan besar sejumlah lemak dan “kotoran” rahim ibu yang menempel di sekujur tubuhnya. Rambut bayi yang tidak dicukur akan menyulitkan proses membersihkan kepala dari lemak-lemak yang menempel pada kulit kepala. Sekalipun bayi sering dikeramasi, kotoran-kotoran itu tidak terangkat sempurna. Hal inilah yang kerap menimbulkan dermatitis seboroik atau kerak kepala.

2) Memudahkan orang tua memperhatikan kondisi kepala bayi dengan baik

Dengan kepala bayi yang plontos, akan memudahkan kita untuk melihat iritasi yang sering muncul di kepala bayi. Begitu pula bila ada bisul, benjolan dan luka di kepala bayi.

3) Mencukur kepala bayi agar mudah beradaptasi dengan lingkungan

Kepala yang licin akan memudahkan bayi beradaptasi dengan lingkungannya dan membantu mengurangi rasa gerah bila berada di lingkungan yang panas.

Namun, mencukur kepala bayi tidak boleh sembarangan. Berikut ada beberapa tips untuk mencukur rambut si kecil.

  1. Tetap tenang dan percaya diri sebelum mencukur kepala bayi, tapi kalau Anda masih ragu dan takut sebaiknya biarkan orang lain yang melakukannya atau tunggu sampai Anda atau pasangan benar-benar siap secara mental.
  2. Pangku bayi dalam posisi tiduran dengan satu tangan memposisikan kepala sehingga terlihat rambut yang ingin dipotong dan tangan lain memegang alat potong Jika Anda takut, mintalah bantuan orang lain agar bisa memangku dan memegangi bayi sementara Anda mencukur rambut bayi Anda.
  3. Gunakan alat yang tajam dan pastikan Anda sudah membasahi rambut bayi dengan air hangat, tapi tak perlu sampai basah kuyup.
  4. Apabila Anda ingin menggunduli kepala bayi sampai pelontos, gunakan cukuran yang bersih dan pastikan untuk mencukurnya sepelan mungkin dengan meratakan dulu kulit kepalanya supaya tidak ada lipatan kulit yang tergores. Pilihlah pencukur dengan kualitas terbaik seperti Bimirth Hair Clipper yang didesain khusus agar Anda aman mencukur rambut si kecil.
  5. Jika ada goresan pada kulit kepala bayi sampai berdarah, segera bawa ke pusat layanan kesehatan terdekat.

Nah, apakah Sobat B1 Medika masih ragu untuk mencukur rambut bayinya?

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
Telegram
About the Author : Admin Medika
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.