Menu

Peak Flow Meter

Alat Cek Asma Peak Flow Meter Philips HS 755

Peak Flow Meter Philips HS 755 ADALAH ALAT UNTUK MEMANTAU KONDISI PERNAPASAN

Peak flow meter adalah perangkat genggam, portabel yang murah untuk penderita asma, yang digunakan untuk mengukur seberapa baik udara keluar dari paru-paru. Mengukur peak flow menggunakan pengukur ini merupakan bagian penting dalam mengelola gejala asma Anda dan mencegah serangan asma, dan akan menjadi bagian dari rencana perawatan asma pribadi Anda.

 

Rp493,900

Compare

Description

Peak Flow Meter Philips HS 755 ADALAH ALAT UNTUK MEMANTAU KONDISI PERNAPASAN

Perangkat genggam, portabel yang murah untuk penderita asma, yang digunakan untuk mengukur seberapa baik udara keluar dari paru-paru. Mengukur peak flow menggunakan pengukur ini merupakan bagian penting dalam mengelola gejala asma Anda dan mencegah serangan asma, dan akan menjadi bagian dari rencana perawatan asma pribadi Anda2.

Spesification:

  • Accuracy : +/- 10% or 20 L/min
  • Reproducibility : Less than 5% or 10 L/min
  • Interdevice Variability : Less than 10% or 20 L/min

 

Dimensions :

  • Length : 6.5 inches
  • Width : 2.0 inches
  • Height : 0.8 inches
  • Weight : 3.0 ounces
  • Main Body : Impact-resistant ABS plastic
  • Cover and Handle : High-density polypropylene
  • Scale : Hot-stamped, alcohol-resistant

 

Measurement Range :

  • 60-810 L/min (Full Range)
  • 50-390 L/min (Low Range)

 

Resolution :

  • 10 L/min (Full Range)
  • 5 L/min (Low Range)

Mengenal Peak Flow Meter dan Cara Pakainya untuk Penderita Masalah Pernapasan

 

Peak flow meter adalah alat yang dipakai untuk menguji seberapa lancar aliran udara yang mengalir dari paru-paru. Pemeriksaan ini menguji fungsi paru-paru, dan acap kali dipakai oleh orang yang menderita asma. Mudahnya, dengan alat ini dapat mengukur kekuatan Anda untuk mengeluarkan udara dari paru-paru. Berbentuk kecil serta mudah digenggam sehingga alat ini gampang dibawa ke mana-mana.

Mengenal apa itu peak expiratory flow rate

Peak flow meter adalah alat yang digunakan untuk menghitung peak expiratory flow rate (PEFR), atau disebut dengan aliran puncak. PEFR adalah tes untuk menghitung seberapa cepat seseorang bisa mengembuskan napas.

Pada umumnya, orang yang mempunyai asma sering melakukan tes ini. Tidak hanya asma, peak flow meter adalah pemeriksaan yang juga dapat menolong proses diagnosis penyebab kondisi sesak napas, seperti:

  • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • bronkitis
  • pneumonia
  • pneumotoraks
  • transplantasi paru-paru yang tidak bekerja dengan benar

Pengujian ini bisa  dilakukan sendiri di rumah memakai alat yaitu peak flow meter. Namun, pemakaian alat ini sebaiknya dilakukan dengan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

 

Kenapa perlu melakukan tes dengan peak flow meter?

Melakukan pemeriksaan dengan peak flow meter serta mencatat hasilnya sangat penting. Dari hasil pengukuran tersebut, bisa diketahui bagaimana kondisi sesak napas terkontrol atau justru memburuk.

Agar tes PEFR menjadi berguna, pasien harus rutin mencatat hasil dari alat ini. Jika tidak, pasien tak akan memahami pola yang terjadi saat laju aliran pernapasannya rendah atau menurun.

Selain itu, catatan tersebut juga penting bagi dokter untuk menentukan pengobatan sesak napas yang sesuai. Hasil pengukuran biasanya akan dipakai sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi pengobatan yang dijalani. Misalnya, apakah obat butuh ditambah dosisnya atau bahkan dihentikan konsumsinya.

Walau begitu, tidak semua yang mempunyai penyakit pernapasan butuh melakukan pengukuran memakai alat iniMereka yang disarankan pada umunya adalah penderita penyakit pernapasan kronis, seperti asma dan PPOK.

Pengukuran alat ini sangat direkomendasikan untuk penderita PPOK. Pengujian dengan alat inidinilai lebih membantu dokter dalam mengawasi kondisi pernapasan harian penderita dibanding dengan hanya melakukan tes spirometri.

 

Cara menggunakan peak flow meter?

Berikut adalah cara menggunakan:

  • Sebelum dipakai pastikan jarum pengukur (indikator) menunjuk angka nol atau angka terendah pada skala peak flow meter yang dipakai.
  • Berdiri tegak.. Ambil napas sedalam mungkin kemudian tahan lalu biarkan udara mengisi paru-paru Anda.
  • Pastikan mulut Anda kosong.
  • Saat kondisi masih menahan napas, posisikan corong di antara kedua bibir. Tempelkan bibir serapat mungkin di corong.
  • Dalam satu embusan napas, keluarkan udara sebanyak dan secepat mungkin. Pastikan Anda mengeluarkan seluruh udara yang tersimpan di paru-paru.
  • Dorongan udara yang keluar dari paru-paru mengakibatkan jarum indikator bergerak, hingga berhenti di angka tertentu.
  • Anda telah memperoleh hasil pengukuran pertama. Catatlah hasil tersebut dengan mencantumkan tanggal dan waktu.

Ulangilah seluruh langkah di atas sebanyak 3 kali. Penghitungan yang akurat menunjukkan angka peak flow rate yang berdekatan. Catatlah angka tertinggi dari hasil pengukuran tersebut.

 

Kapan waktu terbaik untuk mengukur peak flow rate?

Untuk mengetahui angka peak flow rate terbaik, lakukan pembacaan pengukuran pada saat:

  • Sesudah bangun tidur atau siang hari
  • Setelah atau sebelum meminum obat
  • Mendapatkan nilai peak flow baru, meskipun sama dengan yang terlihat di pengukuran hari-hari sebelumnya.
  • Seperti yang telah diinstruksikan dokter
  • Melakukan pengukuran paling tidak dua kali dalam sehari selama 2-3 minggu

Namun, setiap orang dengan masalah pernapasan pada umumnya mempunyai keadaan yang berbeda-beda, sehingga peak flow rate terbaik yang bisa dicapai pun berbeda.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tim medis untuk memahami waktu terbaik pengukuran peak flow rate yang disesuaikan dengan keadaan kesehatan Anda

Additional information

Weight500 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Alat Cek Asma Peak Flow Meter Philips HS 755”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + one =