Menu

tensi darah normal

Tensi Darah Normal Bukan Lagi Impian Jika Melakukan Ini

Tekanan darah adalah hasil hitung bagaimana kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah untuk masing-masing orang  bisa berbeda-beda disebabkan oleh berbagai faktor, seperti usia dan pola makan. Hasil ukur tersebut juga bisa berubah-ubah sepanjang hari karena adanya bermacam  aktivitas. Pada malam hari sewaktu tidur, tekanan darah seseorang dikatakan berada di titik terendah. Sementara, di pagi hari sehabis bangun tidur, tekanan darah perlahan-lahan naik dan pada umumnya mencapai puncaknya di siang hari ketika seseorang melakukan  aktivitas yang padat dengan kemungkinan terdapat stres. Oleh sebab itu, untuk memutuskan dengan pasti seseorang terkena darah tinggi, dibutuhkan minimal 3 pengukuran dengan waktu berlainan dalam selang minimal satu minggu. Pengulangan ini dilakukan untuk menghilangkan faktor yang bisa menaikkan tensi secara tiba-tiba, seperti keadaan stres, emosi, rasa letih, dan sebagainya. Lalu, berapa kira-kira tensi darah normal?

 

Tensi Darah Normal pada Orang Dewasa

Biasanya orang dewasa dalam keadaan tubuh sehat mempunyai tekanan darah normal berkisar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka 120 dan 90 memperlihatkan tingkat tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau kerap disebut tekanan sistolik. Sementara angka 80 dan 60 menunjukkan tingkat tekanan ketika jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa lagi, atau biasa disebut tekanan diastolik.

Tekanan darah normal bisa naik atau turun dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang Anda lakukan dan keadaan emosional Anda saat itu. Tensi darah normal juga dapat berubah ketika hamil, menstruasi, atau menopause. Oleh sebab itu, tekanan darah normal pada perempuan dan laki-laki kadang-kadang dapat sedikit berbeda. Sehingga Anda tidak perlu cemas saat mengetahui tekanan darah Anda tidak sama, asal angka tersebut tidak selalu tinggi atau rendah dalam waktu lama.

Lain daripada itu, tinggi atau rendahnya tekanan darah juga tergantung dengan enzim renin yang diproduksi oleh ginjal dan faktor umur. Oleh sebab itu, hasil ukur tensi darah normal lansia dapat sedikit berbeda dengan orang dewasa muda.

Jika Anda kerap merasa pusing, mata berkunang-kunang, atau pandangan menjadi kabur, Anda harus berhati-hati. Lantaran mungkin saja terdapat gangguan pada  tekanan darah Anda, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) atau hipotensi (tekanan darah rendah).

Hipertensi

Anda dapat dinyatakan terkena hipertensi saat tekanan darah Anda 130/80 mmHg atau lebih. Buktinya, kondisi yang mengancam jiwa ini sering tidak memperlihatkan tanda, sehingga banyak yang mengalaminya tidak tahu jika mereka mengidap hipertensi.

Hipertensi yang tidak dirawat dengan baik dapat menimbulkan penyakit yang menyebabkan kematian seperti stroke dan serangan jantung. Selain itu keadaan ini juga dapat mengganggu penglihatan, dan mengakibatkan kerusakan fatal organ lain seperti ginjal.

Orang-orang yang mempunyai resiko mengidap hipertensi antara lain adalah mereka yang obesitas (kelebihan berat badan), perokok, berusia di atas 55 tahun, pecandu minuman alkohol, jarang melakukan olahraga, dan gemar mengonsumsi makanan yang asin dan rendah kandungan kalium dan kalsium. Lain daripada itu, mereka yang mempunyai anggota keluarga yang pengidap hipertensi, diabetes atau penyakit jantung juga mempunyai resiko yang lebih tinggi.

Baca juga: Pesepak Bola Maradona Meninggal karena Penyakit Serangan Jantung

                                              Ciri-Ciri Diabetes dan Cara Mencegahnya

                                              Serangan Jantung Tak Mengenal Usia. Kamu Pun Bisa Terkena!

Hipotensi

Keadaan ini terjadi saat tensi darah Anda di bawah 90/60 mmHg. Biasanya, tekanan darah rendah, walaupun  berlangsung dalam waktu yang lama sekalipun, tidak berbahaya bila penderita tidak merasakan gejala-gejala seperti pusing, kelelahan, , penglihatan tidak jelas, mual, kehausan pernapasan menjadi cepat dan dangkal, kurang konsentrasi, dan pingsan.

Walaupun dapat digolongkan ringan, tekanan darah yang sangat rendah bisa menimbulkan kerusakan jantung dan otak. Berikut hal-hal yang bisa memicu hipotensi:

  • Kehamilan.
  • Dehidrasi.
  • Anemia.
  • Ketidakseimbangan hormon misalnya menderita penyakit Addison.
  • Berlebihan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Kehilangan banyak darah.
  • Gangguan jantung.
  • Menderita alergi atau infeksi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat Parkinson, sildenafil (Viagra) dan sejenisnya, obat antidepresan, dan beberapa obat yang memengaruhi langsung otot pembuluh darah seperti beta dan alfa bloker.

Ayo Kontrol Tekanan Darah Anda

Cara mudah agar mendapatkan tensi darah normal adalah dengan rutin memeriksanya. Jika Anda mempunyai tekanan darah normal, Anda dianjurkan untuk memeriksanya setidaknya tiap dua tahun sekali atau ikuti saran dokter.

Bila tensi darah Anda di antara 120/80 mmHg dan 139/89 mmHg, Anda disarankan untuk memeriksannya setiap tiga sampai enam bulan sekali atau ikuti anjuran dokter. Bila tekanan darah Anda sampai 140/90 mmHg atau lebih, bergegaslah untuk konsultasikan lebih lanjut kepada dokter supaya Anda dapat memperoleh penanganan kesehatan dengan baik.

Anda dapat memeriksa tekanan darah dengan memakai alat yang disebut tensimeter. Pemeriksaan tekanan darah bisa dikerjakan di rumah sakit atau di rumah.

Periksa Secara Mandiri setelah Konsultasi

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai alat pengukur tekanan darah yang cocok dan mudah dipakai untuk orang awam. Saat sudah membeli alatnya, Anda dapat membawanya ke rumah sakit untuk mencocokkan hasil dari alat pengukur tekanan darah milik Anda dan dokter. Bila hasil ukurnya sesuai, Anda dapat memeriksa secara mandiri tekanan darah, kapanpun Anda merasa butuh.

Produk Terkait:

Alat Ukur Tekanan Darah Tinggi – Tensimeter Beurer BM 26

Beurer BC 32, Tensimeter Digital Pergelangan Tangan Pendeteksi Aritmia

Namun perlu diingat, setengah jam sebelum memeriksa tekanan darah, Anda tidak boleh merokok, minum kafein atau berolahraga, supaya hasilnya akurat.

Orang yang mengidap hipertensi sangat dianjurkan untuk memeriksa tekanan darah dengan teratur di rumah, dan melaporkan hasil ukurnya ke dokter. Hal ini dapat mempermudah Anda serta dokter dalam mengontrol tekanan darah Anda dan efektifitas obat. Kadang-kadang, ada sebagian orang yang merasa tegang saat datang ke rumah sakit yang mengakibatkan tekanan darahnya meningkat saat dicek oleh dokter. Sedangkan bila diperiksa di rumah, tensi darah hasilnya normal.

Walaupun hipotensi termasuk tidak memunculkan gejala, Anda mesti tetap memeriksanya dengan rutin. Untuk lebih memahaminya, Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Pengecekan secara ajek juga dibutuhkan bila Anda mengidap hipotensi yang diiringi gejala-gejala tertentu. Hal ini disebabkan karena bisa saja mengakibatkan kondisi serius.

Tips untuk Memperoleh Tensi Darah Normal

Untuk Anda yang mempunyai darah tinggi, Anda bisa memiliki tekanan darah normal dengan melakukan hal berikut:

  • Berolahraga
    Kegiatan fisik dapat memicu tubuh untuk menghasilkan asam nitrat. Zat ini bisa menyebabkan pembuluh darah terbuka yang mengakibatkan tekanan darah berkurang. Dengan melakukan olahraga berarti Anda menguatkan otot jantung, mengurangi stres dan terjauhkan dari obesitas, yaitu salah satu faktor penyebab hipertensi.
  • Pemakaian garam yang dalam batas wajar
    Badan kita hanya membutuhkan 500 mg garam per hari. Anjuran terbaru merekomendasikan untuk memberi batasan jumlah konsumsi garam sehari maksimal 2400 mg, ini sepadan dengan kurang lebih 1 sendok teh.
  • Menjalankan pola makan sehat dan gizi seimbang
    Makanlah makanan yang sehat supaya dijauhkan dari hipertensi. Makanan yang dianjurkan yaitu sayur, buah, ikan, daging unggas, kacang, susu rendah lemak dan biji-bijian utuh. Kurangi bahkan jangan lagi mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Hindari stres berlebihan
    Anda bisa berlatih cara untuk menenangkan pikiran misalnya metode pernapasan, meditasi atau pengenduran otot.

Untuk yang mempunyai tekanan darah rendah, beberapa hal di bawah bisa dikerjakan untuk menambah tekanan darah:

  • Banyak minum air putih
    Selain menahan agar tidak dehidrasi, cairan juga bisa menambah tekanan darah. Oleh sebab itu, cukupkan kebutuhan cairan harian Anda setiap hari.
  • Tambahkan garam dalam makanan
    Lain daripada penderita darah tinggi yang diwajibkan untuk membatasi konsumsi garam, penderita darah rendah bisa memakai garam lebih banyak. Meskipun demikian, tanyakan terlebih dahulu dengan dokter perihal berapa jumlah asupan yang bisa Anda konsumsi.
  • Menggunakan stoking khusus
    Stoking elastis khusus bisa dipakai untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan yang disebabkan varises yang berujung pada pengurangan pengumpulan darah di area kaki.

Tensi darah normal ini berlaku untuk orang dewasa. Angka tersebut berbeda pada anak-anak dan remaja. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi  dengan dokter.Bila sudah paham berapa tekanan darah yang normal bisa melakukan pemeriksaan mandiri di rumah dengan tensimeter yang tersedia di B1 Medika

 

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
Telegram
About the Author : Admin Shop
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

4 × one =