Menu

pilek dan batuk

Ternyata Pilek dan Flu itu berbeda. Jangan Sampai tertukar!

Penyakit Musim Penghujan — Kebanyakan orang sering kali salah sangka dalam mengetahui penyakit flu serta pilek. Sebetulnya dua penyakit tersebut berbeda. Tanda-tanda awal dari kedua penyakit tersebut mungkin serupa. Beberapa orang-orang mengerti bahwa bersin, sakit tenggorokan, serta hidung mampet adalah gejala flu. Akan tetapi, pandangan tersebut ternyata tidak benar. Perbedaan yang paling utama dari dua penyakit ini bisa dilihat dari faktor yang menyebabakannya.

Penyebab Pilek

Pilek bisa saja terjadi karena dua penyebab. Pertama, pilek yang diakibatkan infeksi virus. Kedua, pilek yang diakibatkan alergi. Ada kira-kira lebih dari 200 jenis virus yang dapat membuat kita terkena pilek, namun yang paling sering menyebabkan pilek, yaitu jenis virus Rhinovirus. Saat virus ini masuk ke dalam tubuh, maka antibodi akan langsung melakukan perlawanan yang lalu menimbulkan beberapa gejala seperti batuk dan hidung tersumbat.

Pilek dengan jenis infeksi virus bisa ditangani dengan meminum banyak air, jus atau teh herbal yang dapat diaplikasikan menggunakan humudifiter Laica Hi 3012. Serta dengan mengonsumsi obat-obatan memiliki bahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin D dan vitamin C. Sedangkan pilek yang diakibatkan alergi adalah pilek yang disebabkan oleh sistem imun tubuh yang memberikan reaksi terhadap zat tertentu. Ketika tubuh tertular zat yang menjadi penyebab alergi, badan akan melepaskan zat kimia yang disebut histamin. Histamin mempuntai tugas menolak zat penyebab alergi, namun histamin juga dapat menyebabkan alergi. Pemicu terjadinya alergi adalah karena tungau debu, bulu binatang, serbuk sari dari pohon, rumput atau gulma, dan makanan.


Penyebab flu

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menjangkit sistem pernapasan keseluruhan, mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Yang menjadi penyebab flu ada tiga macam virus influenza, yakni influenza A, influenza B, dan influenza C. Untuk virus influenza tipe A dan B. umumnya akan menyebabkan jenis flu musiman. Sedangkan influenza C umumnya terjadi sepanjang tahun.

Gejala pilek

Gejala pilek yang jelas terlihat adalah sakit tenggorokan dalam waktu satu atau dua hari, hidung tersumbat atau berair, bersin-bersin, batuk disertai dahak berwarna hijau atau kuning, sakit kepala, badan lemas dan tidak bertenaga. Dalam beberapa hari pertama, ingus yang keluar saat terkena pilek biasanya berwarna bening. Warna ingus tersebut bisa semakin mengental serta berwarna menjad semakini lebih gelap. Walaupun begitu, kamu tidak perlu gelisah, karena perubahan tersebut adalah reaksi alami dari tubuh disebabkan sedang melawan virus pilek. Biasanya gejala ini akan muncul dalam kurun waktu 1 sampai 3 hari setelah terkena infeksi virus pilek. Umumnya, memerlukan waktu 7 hingga 10 hari untuk memulihkan gejala pilek. Gejala pilek cenderung lebih ringan daripada flu. Namun, anda disarankan untuk mengunjungi dokter apabila gejala tidak mereda dalam waktu lebih dari satu minggu dan disertai demam tinggi.

Gejala flu

Gejala flu datang lebih cepat dan lebih parah dari gejala pilek. Yaitu, diantaranya adalah demam tinggi selama 3 sampai 5 hari, meskipun tidak selalu merasakan demam. Selain itu adalah adanya sakit kepala berat, batuk kering, sesekali sakit tenggorokan, badan gemetar sampai menggigil, nyeri otot sekujur tubuh, kelelahan yang parah hingga 2 sampai 3 minggu, mual serta muntah, paling sering terjadi pada anak-anak. Dalam waktu 2 hingga 5 hari, gejala flu akan semakin parah. Anda disarankan untuk pergi ke dokter apabila terjadi selama 10 hari atau lebih.

Risiko komplikasi

Biasanya, pilek tidak akan menyebabkan permasalahan kesehatan yang lain. Akan tetapi, flu yang terjadi selama berhari-hari tanpa ada penanganan lanjutan atau diobati, akan menyebabkan komplikasi serius. Misalnya seperti pneumonia, radang otot (myositis), gangguan sistem saraf pusat, hingga masalah jantung seperti serangan jantung, miokarditis serta perikarditis. Pemilik penyakit asma juga harus lebih berhati-hati. Hal ini disebabkan gejala flu mungkin saja bisa memicu kekambuhan serangan asma. Maka,disarankan bagi penderita asma agar segera berkonsultasi ke dokter bila gejala flu tidak membaik atau bahkan semakin memburuk. Anak muda, orang tua, wanita hamil dan orang yang sistem imunnya lemah karena mengidap asma, penyakit jantung atau diabetes sangat rentan terhadap komplikasi flu.

Cara Cegah Pilek dan Flu

Cara mencegah pilek yaitu dengan menjauhkan diri dari paparan virus, hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dan tidak saling meminjam barang pribadi secara bersamaan, misalnya sikat gigi dan handuk. Rutin mencuci tangan dengan sabun antibakteri atau aseptan dari Onemed  guna menghindari kemungkinan penularan virus dari berbagai benda yang anda pegang.

 

 

About the Author : Admin Shop
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

sixteen + 4 =